Sabtu, 17 Maret 2012

contoh karya ilmiah


inilah contoh karya ilmiah.
Kata Pengantar


 Puji Syukur Alhamdulillah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Dan juga atas semua nikmat dan karunia-Nya yang telah di berikan pada kita semua, sehingga penelitian karya ilmiah berjudul keadaan lingkungan di sekolah dapat terselesaikan dengan baik. Saya sangat berminat untuk ikut serta menyelesaikan masalah lingkungan hidup di area sekolah kita yang semakin tidak terkendali karna kurangnya kepedulian siswa siswi di sekolah, khususnya masalah sampah pastik dan juga sampah sampah lainnya. Karya ilmiah ini kami susun dan kami kembangkan dari hasil pengamatan di lingkungan sekolah saya untuk mewujudkan dan menjadikan sekolah kita sebagai sekolah berbasis adiwiata mandala.

Karya ilmiah ini  saya buat dengan tujuan agar semua siswa mengerti dan faham akan pentingnya kebersihan lingkungan disekolah kita. saya harap dengan karya ilmiah yang telah saya buat ini bisa menjadi titik acuan bagi siswa siswi di sekolah kita. Didalam karya tulis ini terdapat latar belakang masalah, identifikasi masalah, perumusan masalah, pemecahan masalah, maksud dan tujuan dll. Dengan demikian serta saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah meluangkan waktunya untuk membaca karya ilmiah yang sudah saya buat ini.





Surabaya, 26 Januari 2012



                                                                                                      
                                                                                                        Penulis 
                                                                                          ( Sukron muhlis )








Bab I Pendahuluan

1. Latar Belakang

Hingga sampai saat ini sampah plastik masih menjadi masalah paling serius didalam lingkungan sekolah. Saat ini juga masih banyak siswa yang kurang peduli dan kurang faham terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Sampah plastik tersebut juga banyak dijumpai pada waktu selesai jam istirahat di sekitar kelas ataupun dalam area kantin sekolahan. Didalam kelas pun tidak ada yang peduli akan sampah plastic yang banyak  berserakan di bawah mejanya ataupun di kolong mejanya, meskipun terdapat jadwal piket setiap harinya tetapi masih banyak siswa yang tidak mau membersihkan kelas ataupun bangkunya masing masing. Saya berharap para guru member sanksi tegas untuk siswa yang tidak mau melaksanakan piket setiap harinya.

Kelengkapan atau sarana yang ada di kelas masih kurang diperhatikan. Seperti alat pembersih seharusnya setiap kelas mempunyai minimum 3 sapu dan 1 cikrak tapi kenyatannya ada kurang dari jumlah sapu ataupun cikrak tersebut. Dinding kelas masih banyak terdapat coret-coretan yang tidak penting dan juga mengotori tembok tembok di sekolah. Atap kelas masih ada debu yang menempel. Pada saat jam istirahat siswa yang sudah makan atau minum sampah plastiknya dibiarkan begitu saja meskipun disampingnya terdapat tempat sampah plastic, siswa yang tidak peduli akan adiwiata justru menjadikan itu sebagai tontonan setiap harinya.



2. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang yang telah disampaikan, maka identifikasi masalah yang dapat penulis sampaikan antara lain :
Akibat yang ditimbulkan dari sampah sampah plastic yang tidak dibuang pada tempatnya sampah yang akan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Kepedulian siswa untuk menyelesaikan dan juga mencari solusi untuk mengatasi masalalah sampahplsatik di sekitar sekolah kita.
Kurang pedulinya siswa akan kebersihan lingkungan sekolah kita.










3. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, maka perumusan masalahnya adalah “Cara apa yang dapat dijadikan sebagai solusi atas masalah yang ditimbulkan oleh sampah plastic di sekitar sekolah ?”.


4. Pemecahan Masalah

Cara yang digunakan untuk mengatasinya antara lain :

Mengurangi pencemaran lingkungan sekolah dengan membuang sampah plastic sembarangan, karena menyebabkan banjir dan lainnya.
Mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik dan non organik yang berasal dari sampah basah sehingga memberikan nilai tambah yang lebih berguna.
Dapat menjadi contoh kepada siswa akan pentingnya kebersihan lingkungan.


5. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan karya tulis ini adalah penyampaian tinjauan yang telah saya lakukan di sekolah dan memberikan pengetahuan tentang kebersihan lingkungan. Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk menyampaikan sedikit informasi tentang kebersihan lingkungan kepada seluruh siswa, agar siswa sadar akan kebersihan lingkungan dan juga menjadikan sekolah kita menjadi sekolah adiwiata mandala.





Bab II Pembahasan


Pengertian


Penertian Sampah plastik adalah benda yang dihasilkan dari sisa rumah tangga, pabrik maupun masyarakat sendiri yang tidak digunakan lagi dan masih/tidak memiliki nilai untuk di daur ulang kembali. Hanya sampah-sampah tertentu yang dapat didaur ulang kembali, seperti : - Botol   - Sedotan   - Kaleng . Sampah-sampah seperti itulah yang dapat dijadikan bahan yang berguna, seperti: pernak-pernik, hiasan, dll.  Dari sampah itulah kita termotifasi untuk menunjukkan kreativitas kita sendiri kepada masyarakat atau orang disekeliling kita.
        
Tidak hanya sampah kering sampah basah  juga dapat di daur ulang menjadi pupuk. Dari hasil daur ulang itulah kita dapat menghasilkan uang untuk disumbangkan dalam kegiatan-kegiatan positif  atau  disumbangkan ke yayasan yatim piatu. Hal tersebutlah yang dapat memotifasi seseorang untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yang bernilai tinggi sehingga lingkungan kita menjadi bersih, nyaman dan Bumi kita terhindar dari global warming. Salah satu langkah terbaik untuk menjadikan bumi kita terhindar dari global warming adalah dengan cara tidak membuang sampah plastic sembarangan.














Bab III Penutup

Kesimpulan


         Jadi kesimpulan Dari semua masalah-masalah yang telah dijabarkan, saya berharap siswa-siswi dapat mengerti atau sadar serta faham apa maksud dari karya ilmiah yang telah saya buat ini. tentang kebersihan lingkungan sekolah, betapa besar pengaruh lingkungan terhadap bumi kita yang sekarang dilanda pemanasan global dan dapat menjadikan sampah-sampah yang masih bernilai untuk digunakan lagi menjadi barang-barang atau benda yang bernilai tinggi sehingga kita dapat termotifasi untuk menciptakan hal-hal baru dalam mendaur ulang sampah basah maupun kering dan juga saya sarankan agar semuah sekolah tidak menggunakan plastic sebagai pembungkus makanan dan lainnya agar sekolah kita terhindar dari masalah era globalisasi dan juga terhindar dari sampah plastic yang berserakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar